6 Anak Muda dengan Bisnis Anti Mainstream di Indonesia. Pantas Sukses, Bisnisnya Beda!

6 Anak Muda dengan Bisnis Anti Mainstream di Indonesia. Pantas Sukses, Bisnisnya Beda!

Dunia bisnis zaman orang tua dan zaman now jelas paling berbeda. Peluang bisnis yang berhasil sekitar 15 tahun lalu, belum tentu dapat sukses bila diterapkan di era sekarang. Karena tersebut anak muda zaman kini dituntut guna lebih kreatif dalam memikirkan kesempatan bisnis. Ngomong-ngomong, apa gagasan untuk bisnismu nanti?

Dengan zaman yang kian berkembang, mengekor bisnis dari yang telah ada sebelumnya pasti perlu lebih kerja keras. Sebagai anak muda yang baru merintis usaha, nggak terdapat salahnya ciptakan sesuatu yang baru dan menarik untuk masyarakat. Seperti semua anak muda di bawah ini, yang dapat sukses dengan bisnis kreatif dan anti mainstream!

1. Jadi bintang film Filosofi Kopi menciptakan Rio Dewanto kian cinta dengan dunia kopi. Hal ini direalisasikan dengan membina Filosofi Kopi beneran bareng rekannya

Rio Dewanto dengan Filosofi Kopi

Membintangi suatu film yang bercerita mengenai anak muda membina warung kopi canggih ternyata menciptakan Rio Dewanto terdorong guna merealisasikannya. Bersama rekannya, Rio menyeriusi bisnis kopi dengan nama Filosofi Kopi yang sekarang sudah terdapat di sejumlah kota besar di Indonesia. Mulai dari pemilihan tempat, konsepnya, dan kopi-kopi yang dipasarkan pun dipikirkan secara matang. Dengan Filosofi Kopi, Rio hendak memperkenalkan ke masyarakat lebih banyak ragam kopi asal Indonesia.

2. Siapa sangka bila meme dapat menjadi bisnis? Sontek gagasan Aji Pratomo selaku Co Founder dan CEO Infia-Dagelan, yuk

Aji Pratomo

Kamu tentu telah nggak asing lagi lihat pelbagai meme di dunia maya. Salah satu pemain bisnis ini ialah Dagelan. Pertumbuhan ekonomi via digital dirasakan menjanjikan, sehingga menciptakan Aji Pratomo menekuninya. Maka dari itu, nggak heran bila meme kreatif dari @dagelan dan informasi dari @infia.co terdapat di mana-mana. Dengan mengonsep secara kreatif untuk mengucapkan konten, sekarang siapapun dapat selow memperhatikan informasinya. Tak sekadar tulisan, namun ada gambar serunya. Kalau kamu hendak kepo lebih lanjut soal menjadikan meme sebagai bisnis, dapat banget nih datang ke YOTNC 2018 tanggal 25 Agustus 2018 nanti. Aji Pratomo bakal menjadi di antara narasumbernya lho~

3. Ide unik mengawali bisnis dapat muncul dari mana saja. Semisal Iman Usman yang merasa kendala saat menggali guru privat via online dan membina Ruangguru untuk membalas persoalan itu

Imam Usman dengan Ruangguru

Salah satu pendiri Ruangguru, Iman Usman, adalahsalah satu anak muda yang sukses merealisasikan gagasan bisnis uniknya. Dengan motivasi mengedepankan edukasi di Indonesia, Iman bareng rekanya membina start up RuangGuru secara perlahan. Umur yang masih muda tak menyurutkan dua-duanya mewujudkan Ruangguru hingga sekarang.

Berawal dari kendala Iman dan rekannya dalam menggali guru privat secara online, ternyata mereka sadar bila bisnis ini masih berantakan. Karena itu, mereka sepakat membina Ruanguru sebagai market place untuk guru privat. Para murid pun jadi lebih mudah mengejar guru lesnya. Nah, bila kamu datang ke YOTNC 2018, sekalian saja anda nanya-nanya lebih lanjut tentang pendidikan Indonesia untuk Iman Usman yang pun menjadi di antara pembicaranya.

4. Menjadi seorang CEO Plug & Play Indonesia pasti nggak mudah untuk Wesley Harjono. Seperti apa ceritanya?

Wesley Harjono

Buat anda yang menyenangi dunia start up, nama Plug & Play Indonesia pasti nggak asing lagi. Pprogram akselelator asal Sillicon Valley yang sekarang ada di Indonesia turut memainkan peran bisnis digital dalam negeri. Hal ini tak terlepas dari peran CEO-nya, Wesley Harjono. Dalam Plug & Play Indonesia, start up yang sukses lolos klasifikasi mendapatkan sekian banyak manfaat antara beda pelatihan, pendanaan, dan co-working space. Berdasarkan keterangan dari Wesley, suatu start up dapat berjalan baik salah satunya berada pada komitmen founder menjalankan perusahaannya. Well, setuju?

5. Ini dia pendiri dari software yang buat siapapun merasa hidup jadi lebih mudah. Yup, Nadiem Makarim dengan Go-Jek sukses memudahkan hidup tidak sedikit orang

Nadiem Makarim dengan Go-Jek

Siapa yang nggak tahu Nadiem Makarim? CEO dan Founder Go-Jek ini tidak sedikit dibicarakan lantaran bisnis Go-Jek-nya yang anti mainstream. Berawal dari keinginannya membetulkan transportasi Casinoroyal7 di Indonesia dan mengawali bisnis Go-Jek melulu 20 driver, sekarang Go-Jek menjadi salah satu tumpuan masyarakat menggali pemasukan. Begitupun dengan sekian banyak inovasi yang dilaksanakan Go-Jek, laksana adanya go mart, go tix, dan go food. Bisnis anti mainstream Nadiem akui berkat kesadarannya memanfaatkan “ruang kosong” yang belum diisi.

6. Nggak punya latar belakang edukasi kuliner, tak menyurutkan Andrian Ishak menjadi Chef Molecular Gastronomy kesatu di Indonesia lewat restoran Namaaz Dining

Andrian Ishak dengan restoran molecular gastronomy kesatu di Indonesia yakni Namaaz Dining

Apa jadinya bila ada pensil yang dapat dimakan dan rasanya opor ayam pula? Itulah yang ditawarkan oleh Andrian Ishak, empunya sekaligus chef molecular grastronomy kesatu di Indonesia, Namaaz Dining. Padahal Andrian tidak punya latar belakang kuliner lho. Kariernya dibuka ketika orangtuanya meninggal, dan mau enggan Andrian mesti melanjutkan bisnis katering keluarganya. Well, kesudahannya Andrian memadukan antara kuliner nusantara dengan prinsip kimia dan fisika. Jadilah Namaaz Dining yang menghadirkan menu khas Indonesia yang tak cocok dengan tampilannya. Salah satunya yakni pensil dan kertas yang dapat dimakan, kemudian rasanya opor ayam. Unik banget!

Itu dia sejumlah anak muda Indonesia yang berani memuka bisnis antimainstream dan mendulang kesuksesan. Kamu pun dapat seperti mereka kok, asal inginkan berusaha. Kabar baiknya, 4 dari 6 orang di atas, yakni Rio Dewanto, Aji Pratomo, Wesley Harjono, dan Iman Usman, dapat kamu temui langsung dalam event Young on Top National Conference (YOTNC) yang didukung oleh Bank BRI lho. Seminar dan talkshow interaktif adalahprogram dari Young on Top yang didukung oleh Bank BRI guna menginspirasi anak muda sekaligus memberi peluang untuk menjalin networking. Wah, pas banget buat anda yang butuh tidak sedikit saran dan semangat nih.

Di samping mereka berempat, masih terdapat sederetan orang berhasil lain yang bakal berbagi kisah tentang cerita sukses mereka sampai sampai di titik ini. Ada Pahala Masrury (CEO Garuda), Steve Christian (founder KapanLagi Youniverse), Handayani (Direktur Konsumer BRI), dan masih tidak sedikit lagi. Jangan hingga ketinggalan ya. Yuk datang ke YOTNC yang didukung Bank BRI di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu, 25 Agustus 2018, jam 08.00-17.00 WIB. Nah, daftarkan dirimu di sini~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *